Akhirnya..

Setelah sekian lama tak pernah buka blog lagi dikarenakan pikiran terpecah ke penelitian yang katanya mau dijadikan jurnal interna$i0nal. Entahlah apa itu, yang jelas tenaga, waktu dan uang serta harga diri terkuras demi seonggok penelitian itu.


Debu Jalanan (Sumber: Antara)

Semua rencana (atau lebih pas disebut "wacana") yang disusun sudah kadaluarsa karena begitu lamanya diriku melakukan hal itu. Dari mulai rencana jadi pegawai PT.KAI yang sudah kadaluarsa karena umur sudah berlalu, lalu wacana melamar wanita yang disuka namun si wanita sudah berdampingan dengan seonggok "dekisugi" (yg identik dengan pintar dan masa depan sugoi yang diramalkan akan mapan segera) karena si cowo sudah mau menyelesaikan studi S2 atau S3 nya di luar negeri. [Diriku mah apa atuh masih kere, mau nikung juga malah bakalan kepleset].

Entahlah setelah ini mau ngapain, pengennya mau ngembangin bisnis tapi mesti nambah modal. Ada kawan yang menyarankan jadi pekerja dulu demi mendapatkan modal, ya dengan cara mengumpulkan gaji. Nah belum kebayang juga mau kerja di mana.. hah. Pernah kepikiran mau nyoba bunuh diri, tapi belum ada jaminan langsung masuk surga. Repot juga..

Umur segini mesti punya penghasilan minimal 3kali lipat dari kebutuhan hidup dalam tiap bulan, karena untuk meyakinkan calon pasangan dan calon mertua itu tidaklah murah. Masa mau jomblo terus? Dan kesempatan dapat pasangan ketika kere lebih susah dibandingkan ketika finansial tergolong mapan.

Pas

Curcolan panjang-panjang malah makin pusing mau nulis apa lagi.. 

Waktu tempuh KRL dari Manggarai - Jakarta Kota 45 Menit

Pertama saya mau menjelaskan bahwa di posting ini tidak ada foto sama sekali. Menyedihkan bukan? ya karena batere hape saya sudah habis saat ini. Dan yang lebih penting, artikel ini tidak akan membuatmu menjadi pintar ataupun kaya. Tolong contreng "yes, I agree" ya ^_^

Menulis tanpa banyak membaca buku adalah suatu kesulitan tersendiri. Di otak seperti kekurangan kata untuk dirangkai menjadi kalimat yang akhirnya akan menjadi sebuah artikel.

Kembali ke judul postingan ini, pertama saya mau curhat bahwa Jadwal KRL Jabodetabek itu menyebalkan,, bukan.. bukan. Bukan mengenai jadwalnya yang sudah tertulis di spanduk atau aplikasi InfoKRL di smartphone, melainkan realita keberangkatan/kedatangan krl hampir dipastikan 80% jarang sekali sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Jadi Begini ceritanya, saya berangkat dari stasiun serpong pkl.06.30, tujuan akhirn saya adalah Satasiun Jakarta Kota karena saya berencana Naik KA Lokal Purwakarta yang dijadwalkan berangkat Pkl 10.15 (dari stasiun jakarta kota).

Saya sudah memperkirakan mengenai keterlambatan dan lain-lain, dari stasiun serpong-tanah abang-manggarai masih tidak jadi masalah. Nah masalah (baca: keterlambatan) terjadi ketika saya menaiki KRL Manggarai-Jakarta Kota. Ini KRL Manggarai-Jakarta Kota berjalan super lambat dan sering berhenti di sinyal masuk dan sinyal keluar stasiun, bahkan di Stasiun Gambir yang dijadwalkan berjalan langsung pun KRL ini berhenti cukup lama.

Saya tak mengerti mengapa ini terjadi, apakah terlalu banyak rangkaian KRL yang berada di lintasan ini. Tapi jika terlalu banyak rangkaian dijadikan alasan, bukankah semuanya sudah diperhitungkan di GAPEKA (Grafik Perjalanan Kereta Api) yang telah dibuat sebelumnya?

Begitu saja, mau saya analisis masalah ini. Namun takutnya malah jadi skripsi.
Btw, tadinya saya mau ajuin masalah keterlambatan KRL ini menjadi skripsi, namun saya selalu ditanya bagaimana saya sanggup mendapatkan datanya? Saya bingung jawabnya.

Waktu berhargamu hilang 5 menit demi membaca artikel ga jelas ini?

End.

Survey bandara

Aku pengen posting foto narsisku, kak. Boleh kan?

Ini aku kemaren tanggal 8 juni ngelakuin survey traffic counting di bandara. Selama 16 jam lho. Capek. Kepanasan, diterjang debu, keujanan, kekurangan cairan dan lain-lain dah. Tapi enaknya aku jadi punya pengalaman bisa ngerasain atmosfir bandara dari dekat. Maklum aku nggak pernah ke bandara, kak. Hehe..
Eh surveynya masih ada 3 hari lagi. 2 hari buat survey di terminalnya dan 1 hari lagi buat survey traffic counting nya. Mudah-mudahan sempat buat foto-foto lagi.

Aku surveynya nggak sendirian kok. Ditemenin 2 temen cewe saya yang kece-kece. Yang pake jaket namanya Kak Elza (@elza_sman10), yang pake kerudung namanya Kak Rezkha (@rezkhaaa)





Awal-mulanya kami ditawari Pak Hakim Dosen transportasi di kampus saya untuk ngelakuin survey di bandara. Kami mah ngangguk-ngangguk aja ditawarin kerjaan gitu. Katanya sih ada uang sakunya. Ya makin semangat lah. Haha..
Beliau ngasih tau kalo surveynya ini 24 jam dimulai dari jam 6 pagi. Wah.. Pagi bener, secara gitu dari tempat kampus kami ke bandara itu berjarak 40km lebih. Berarti berangkatnya harus pagi buta banget.

Di hari pertama awal survey, kami janjian buat ketemuan jam setengah 5 subuh di masjid albayan. Setelah malem sebelumnya kami memesan taksi. Kenapa memesan taksi? Karena kami ga punya kendaraan motor untuk pergi kesana. Bukan ga punya juga sih, tapi motornya pada disimpen di rumah masing-masing.

Setelah sholat subuh kami langsung meluncur ke bandara naik taksi, semua mata kami terpaku ke argo taxi. Takut uangnya kurang ._.

Jam 5.50AM kami tiba di lokasi survey.

Nanti saya lanjutin ceritanya.. Ngantuk. Tidur dulu, kak.

Seimbang

Iya hal dunia dan akhirat itu mesti seimbang, kak. Maksudnya seimbang itu mencari hal-hal duniawi sesuai dg peraturan Tuhan di Al-Quran.

Ya seperti kita menginginkan sesuatu. Kalo cuman ngandelin usaha doang mah capek, kak. Perlu doa juga. Doa itu meringankan beban psikologis.

Kalo berdoa doang tanpa berusaha pun kayak hidup pincang, kak. Lama-lama akan sakit.

Iya, dengan berusaha aja pun bisa dapat apa yg kita inginin. Tapi yg kita inginin itu belum tentu baik buat kita. Nah doa itu semacam minta kebaikan dari apa yang kita pengenin itu.

Pernah ngalamin kan pas kita udah berusaha dan berdoa tapi yang didapat tidak sesuai apa yang diharapkan? Nah itu karena Doa, kak.

Lho kok nyalahin doa? Bukan nyalahin, kak. Doa itu emang dijanjiin Allah pasti dikabulin. Tapi ya karena Allah Maha Baik, Allah takut kalo dikabulin sesuai apa yang kita inginin itu nanti kitanya sombong atau pegimana gitu. Jadi lebih seringnya Allah ganti pengkabulan doanya yang sesuai dengan diri kita.

Ya kalo berusaha doang tanpa berdoa kemungkinan dapet apa yang diinginannya tinggi, kak. Ya karena ada kalimat, "barangsiapa yang berusaha dia akan mendapatkan." Namun ya itu, ketika udah dapet apa yang diinginin, hati kemungkinan langsung jadi hampa. "Aku punya sesuatu ini buat apa ya?? Kok ga berguna" atau "saya udah dapet ini kok malah ga punya waktu buat dipakenya ya.." ya something like that. 

Karena tanpa berdoa kita berarti menjauhkan diri dari Tuhan. Sebagai balesannya, Tuhan membuat kita lupa akan diri kita sendiri. 

Karena pikiran positif kepada Tuhan membuat hati merasakan kenyamanan dalam hidup ini.
Walaupun pikiran negatif kita kepada Tuhan tidak akan pernah melunturkan kesucian Tuhan juga.

Ini cuman opini aja, kak. Jangan dianggep liberal ya opini saya. Kalo salah maafkan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More