Ospek atau apapun namanya adalah sebuah kegiatan yang mungkin paling menakutkan bagi kalangan siswa ataupun mahasiswa baru. Tak jarang banyak sekali calon siswa/mahasiswa baru untuk menghindari kegiatan yang tak sepantasnya orang-orang "sekolah-an" lakukan. Ajang kegiatan ospek sama sekali tak mencerminkan sesuatu yang bersifat edukatif, melainkan hanyalah kegiatan bodoh bin gila serta lebih cenderung kearah senioritas.
Arti ospek yang sebenarnya adalah pengenalan lingkungan kampus kepada siswa/mahasiswa baru itu supaya lebih mengenal pengajarnya, lokasi kampus, staff kampus dsb. Tapi pada kenyataannya kegiatan tersebut malah disalah-manfaatkan oleh kakak kelas. Pada kegiatan tersebut, mereka seolah-olah adalah raja yang sedang membawahi para budaknya. Mereka dengan sewenang-wenangnya "mengerjai" para junior tersebut seenak jidat.
Katanya lingkungan kampus adalah lingkungan yang berisikan orang-orang intelek. Apanya?! Kalau pada pintar plus intelek masa pas ospek malah suruh-suruh para junior bikin kegilaan yang tak sepantasnya. Suruh pake topi dari daun lah, tas dari karung goni lah, kaos kaki berwarna mirip gulali lah, halah macem-macem.
Kenapa tidak memakai seragam biasa aja sih atau pake kemeja putih, celana hitam plus sepatu sket biasa gitu. Kan keliatan lebih rapi.
Tak cukup disitu, para senior-senior pun menyuruh hal-hal yang macem-macem lagi. Tugas bikin sesuatu yang aneh-aneh dan bawa jajanan dengan nama yang gak jelas.
Ketika ospek berlangsung, senior petantang-petengteng sambil nyengir sampe kuping serasa paling berkuasa melihat junior-juniornya bisa seenaknya mereka suruh. Alasan sang senior ini katanya ingin membuat para junior lebih mandiri, melatih mental, kerjasama dan kata-kata kiasan segudang lainnya. Ahh..Bullshit semuanya!
Yang plonco-ploncoan gitu itu hanyalah ketika jaman purba lah, jaman sekarang tidak perlu dibawa-bawa lagi. Mempermalukan muka sendiri aja, seperti tidak ada metode pendidikan yg lebih mendidik aja.
Daripada melakukan kegiatan konyol kayak gitu, mending lakukan yang lebih bermanfaat. Semua senior dan junior turun ke kali atau got buat ngebersihin sampah. Atau dalam skala kecil semua panitia ospek dan junior kerjasama untuk membersihkan lingkungan kampus. Kalaupun semua itu susah diwujudkan, kenapa gak bikin acara ospek itu lebih beradab dan intelek? kenapa tak mencoba kegiatan yg kreatif dan bermakna, menantang dan hasilnya nyata, setidaknya anak sekolah bisa lebih dihormati, dan bisa lebih bermakna buat lingkungan?
Kita bisa kok :)
Arti ospek yang sebenarnya adalah pengenalan lingkungan kampus kepada siswa/mahasiswa baru itu supaya lebih mengenal pengajarnya, lokasi kampus, staff kampus dsb. Tapi pada kenyataannya kegiatan tersebut malah disalah-manfaatkan oleh kakak kelas. Pada kegiatan tersebut, mereka seolah-olah adalah raja yang sedang membawahi para budaknya. Mereka dengan sewenang-wenangnya "mengerjai" para junior tersebut seenak jidat.
Katanya lingkungan kampus adalah lingkungan yang berisikan orang-orang intelek. Apanya?! Kalau pada pintar plus intelek masa pas ospek malah suruh-suruh para junior bikin kegilaan yang tak sepantasnya. Suruh pake topi dari daun lah, tas dari karung goni lah, kaos kaki berwarna mirip gulali lah, halah macem-macem.
Kenapa tidak memakai seragam biasa aja sih atau pake kemeja putih, celana hitam plus sepatu sket biasa gitu. Kan keliatan lebih rapi.
Tak cukup disitu, para senior-senior pun menyuruh hal-hal yang macem-macem lagi. Tugas bikin sesuatu yang aneh-aneh dan bawa jajanan dengan nama yang gak jelas.
Ketika ospek berlangsung, senior petantang-petengteng sambil nyengir sampe kuping serasa paling berkuasa melihat junior-juniornya bisa seenaknya mereka suruh. Alasan sang senior ini katanya ingin membuat para junior lebih mandiri, melatih mental, kerjasama dan kata-kata kiasan segudang lainnya. Ahh..Bullshit semuanya!
Yang plonco-ploncoan gitu itu hanyalah ketika jaman purba lah, jaman sekarang tidak perlu dibawa-bawa lagi. Mempermalukan muka sendiri aja, seperti tidak ada metode pendidikan yg lebih mendidik aja.
Daripada melakukan kegiatan konyol kayak gitu, mending lakukan yang lebih bermanfaat. Semua senior dan junior turun ke kali atau got buat ngebersihin sampah. Atau dalam skala kecil semua panitia ospek dan junior kerjasama untuk membersihkan lingkungan kampus. Kalaupun semua itu susah diwujudkan, kenapa gak bikin acara ospek itu lebih beradab dan intelek? kenapa tak mencoba kegiatan yg kreatif dan bermakna, menantang dan hasilnya nyata, setidaknya anak sekolah bisa lebih dihormati, dan bisa lebih bermakna buat lingkungan?
Kita bisa kok :)




0 comments:
Post a Comment