Lagu kesukaan pas SMA dulu

Malem ini nyalain iPod buat dengerin lagu. Gak nyangka banget masih ada lagu kesukaan saya pas SMA. Kok bisa gak nyangka gini ya? Saya juga bingung. Padahal saya sendiri yang masukkin lagu itu ke iPod. Tapi gara-gara kebanyakan lagu eminem, jadi suka ke skip deh lagu ini nya.

Lagu apa sih? Ini lagu yang dinyanyiin sama band Repvblik, judulnya "Hanya Ingin Kau Tahu". Entah kenapa harus pake huruf "v" ya itu nama band? Kenapa gak pake huruf "u" aja? Dan sekarang ada lagi yang ngikutin nama grup musik itu dengan memakai nama yang sulit dibaca. Dia adalah boyband Sm#sh. Bingung kan bacanya?



Saya gak bakal ngebahas nama-nama band itu. Bodo amat. Selama nama band itu gak ngehina saya, keluarga saya, dan orang-orang yang saya sayangi, mau pake nama apapun saya gak peduli. Ya.. yang jelas lagu kesukaan saya tersebut pernah dinyanyiin bareng teman-teman sekelas pas SMA kelas 2. Siang-siang pas gurunya belum dateng. Saya nyanyi dengan sekuat tenaga karena lagu ini bener-bener sesuai dengan kenyataan yang saya alami pada waktu itu. Sekarang juga masih sih.. Haha. Makanya saya seneng campur sedih pas denger lagu ini sekarang.

Senengnya saya bisa ngedengerin lagi lagu yang pernah saya sukai. Sedihnya lirik lagu ini mencerminkan kenyataan saya dari jaman kelas 1 SMP sampe sekarang saya ngetik posting ini. Huuu.. bingung deh. Saya bingung ya Allah. Kok kenyataan yang saya alami selalu sama dengan tema lagu-lagu sedih sih? Hiks..

Saya pengen banget jadi seorang yang berstatus shingle (campuran kata antara shit dan single) tapi tak dilecehkan orang lain. Memang itu adalah resiko bagi seorang jomblo bermuka pas-pasan. Beda sama orang-orang yang berstatus single diluar sana yang bertampang diatas rata-rata, mereka bisa dengan bangga mengatakan bahwa mereka single. Karena mereka takkan pernah merasa tidak laku. Yang ngedeketin pasti banyak. Single dijadikan prinsip hidup. Tapi bagi tampang pas-pasan, single dijadikan nasib. Ya.. begitulah. Dunia memang tidak adil.

Sedikit curcol nih.. Dari jaman SMP sampe sekarang ini, wanita yang pernah saya sukai ada 2 orang dan sekarang yang lagi saya sukai cuman 1 orang. Saya ini tipe orang yang susah banget ngelupain seseorang yang saya sukai. Butuh beberapa tahun. Walaupun tiap hari rasanya gimana gitu.

Tapi yang jelas. Dari lubuk hati, saya berusaha menjadi pribadi yang diinginkan oleh seorang wanita yang saya inginkan. That's it.


*lanjut dengerin lagu Repvblik - Hanya ingin kau tahu*

Ku telah miliki
Rasa indahnya perihku
Rasa hancurnya harapku
Kau lepas cintaku
Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

ow wooo wo wo wo

Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam anganku
Melewati hidup

Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

ow wooo wo wo wo wo wo wo wo wo

Ada apa dengan kalimat "insya Allah" di antara kita?

Tadi siang, saya dan teman-teman kuliah melakukan diskusi tentang sesuatu masalah. Di posting-an ini saya sama sekali takkan membahas apa yang kami perbincangkan tersebut. Saya menulis artikel ini dikarenakan suatu kalimat percakapan yang saya dengar berikut ini. Sebut saja mereka si A dan si B.

A:'Jadi, pada siap gak ngelaksanain acaranya?'
B:'Insya Allah, A.'
A:'Gw udah males denger kalimat "insya Allah", udah pastiin aja. Siap gak?'


Ok, saya potong saja percakapannya sampai disitu. Setelah mendengarkan kalimat yang dilontarkan si A tersebut pikiran saya bergejolak dan badan saya kedinginan karena AC di ruangan yang kami gunakan itu dingin banget. Gila.. Saya pikir. Kok seolah-olah kalimat "insya Allah" sekarang seperti tidak ada artinya lagi sih.



Seperti yang kita (yang pernah ngaji dan belajar agama atau pernah denger atau apalah) tahu. Arti Insya Allah secara harfiah adalah "Jika Allah (Tuhan) mengijinkan". Dengan kata lain, orang yang telah mengatakan kalimat tersebut sudah berjanji akan melakukan suatu hal, kecuali Tuhan tidak mengijinkannya, seperti orang yang berjanji itu tiba-tiba sakit, terkena musibah, ataupun meninggal dunia dan lain-lain.

Tapi, anehnya di kalangan masyarakat Indonesia ini, kalimat "Insya Allah" banyak disalah-artikan. Entah siapa yang memulai (mungkin diantara kita) dan karena apa, kalimat ini sering dimaknai dengan "mudah-mudahan". Sangat sering orang-orang di sekitar saya mengatakan 'Insya Allah' dengan makna seperti itu.

Dan adapula orang yang menggunakan Kalimat "Insya Allah" sebagai sebuah penolakan sebuah ajakan secara halus. Lho? Aneh bukan? Hehe. Jangan-jangan yang baca (atau yang nulis artikel) ini pun pernah menggunakan jurus ini. Termasuk dosa bukan ya?

So, ini salah siapa?

Mungkin saya dapat menyimpulkan bahwa sebuah kalimat yang diucapkan seseorang kini tidak bergantung pada sebuah definisi yang sebenarnya. Setiap individu kini mengartikan sebuah kata ataupun kalimat sendiri dengan penalarannya masing-masing.

Yuk, kita perbaiki pemahaman keliru ini dengan mengatakan "Insya Allah" ketika kita berjanji dan berusaha menepati janji yang kita kataka itu dengan sepenuh hati & tenaga. Supaya semuanya kembali kepada fitrahnya.

Kita bisa kok bisa!!.

Liburan kuliah

Gak kerasa atau emang gak saya rasain, liburan kuliah bentar lagi mau usai. Ya.. Kembali ke realitas perkuliahan. Pergi ke kampus, mengerjakan tugas dan tidur di kelas. Dan syukur alhamdulillah, IP semester satu kemaren gak bernasib satu koma. Mungkin diakibatkan saya sering baca buku di gramedia tiap malem minggu kali. Haha..

Ok, saya tak akan bercerita mengenani perkuliahan. Saya mau share apa yang saya lakukan ketika liburan kuliah ini. Pengen tau kan? Apaaaaa? Gak pengen? Ah.. saya gak peduli. Ini blog saya. Mau nulis apapun terserah saya. Emang ente bayar saya? Nggak kan? Hah? Mau ngajak ribut? Saya gak suka ribut. Saya murid pendiam di kelas. Soalnya seperti yang dijelaskan diatas tadi, saya lebih suka tidur di kelas.

Kegitan saya pas liburan, sama seperti kalian lakukan. Yaitu, bangun tidur, mandi, sarapan, nonton tipi, online, ee, tidur lagi. Well, cukup berkesan bukan? Tentu lah. Karena ketika online saya melakukan kegiatan editing script dabr.

Apa itu script dabr? Kalian tau kan twitter? Nah.. dabr itu adalah sebuah aplikasi mobile web twitter client yang kode nya bersifat terbuka. Jadi, siapa aja boleh meng-edit kode itu.

Gimana nginstalnya, dam? Saya gak bakalan share caranya disini. Ribet nulisnya. Males naudzubillah. Pokoknya caranya mah gini.. Pertama nyalain PC, koneksikan ke internet, buka web browser, ketik google.co.id di web address. Cari di-google dengan kata kunci "cara instal dabr". Ikuti deh langkah-langkahnya. Kalian harus sabar aja. Pasti bisa kok.

Kok post saya ini gak jelas banget ya? Ini ngebahas apaan sih?
Ah.. saya juga bingung. Eh.. iya. Saya mau nampilin screenshoot dabr yang telah saya instal di web-hosting saya sendiri. Ini dia....

dabr, twitter client

Udah kan?
Artikel ini acak-acakan bahasanya? Namanya juga lagi belajar nulis blog.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More