Ada apa dengan kalimat "insya Allah" di antara kita?

Tadi siang, saya dan teman-teman kuliah melakukan diskusi tentang sesuatu masalah. Di posting-an ini saya sama sekali takkan membahas apa yang kami perbincangkan tersebut. Saya menulis artikel ini dikarenakan suatu kalimat percakapan yang saya dengar berikut ini. Sebut saja mereka si A dan si B.

A:'Jadi, pada siap gak ngelaksanain acaranya?'
B:'Insya Allah, A.'
A:'Gw udah males denger kalimat "insya Allah", udah pastiin aja. Siap gak?'


Ok, saya potong saja percakapannya sampai disitu. Setelah mendengarkan kalimat yang dilontarkan si A tersebut pikiran saya bergejolak dan badan saya kedinginan karena AC di ruangan yang kami gunakan itu dingin banget. Gila.. Saya pikir. Kok seolah-olah kalimat "insya Allah" sekarang seperti tidak ada artinya lagi sih.



Seperti yang kita (yang pernah ngaji dan belajar agama atau pernah denger atau apalah) tahu. Arti Insya Allah secara harfiah adalah "Jika Allah (Tuhan) mengijinkan". Dengan kata lain, orang yang telah mengatakan kalimat tersebut sudah berjanji akan melakukan suatu hal, kecuali Tuhan tidak mengijinkannya, seperti orang yang berjanji itu tiba-tiba sakit, terkena musibah, ataupun meninggal dunia dan lain-lain.

Tapi, anehnya di kalangan masyarakat Indonesia ini, kalimat "Insya Allah" banyak disalah-artikan. Entah siapa yang memulai (mungkin diantara kita) dan karena apa, kalimat ini sering dimaknai dengan "mudah-mudahan". Sangat sering orang-orang di sekitar saya mengatakan 'Insya Allah' dengan makna seperti itu.

Dan adapula orang yang menggunakan Kalimat "Insya Allah" sebagai sebuah penolakan sebuah ajakan secara halus. Lho? Aneh bukan? Hehe. Jangan-jangan yang baca (atau yang nulis artikel) ini pun pernah menggunakan jurus ini. Termasuk dosa bukan ya?

So, ini salah siapa?

Mungkin saya dapat menyimpulkan bahwa sebuah kalimat yang diucapkan seseorang kini tidak bergantung pada sebuah definisi yang sebenarnya. Setiap individu kini mengartikan sebuah kata ataupun kalimat sendiri dengan penalarannya masing-masing.

Yuk, kita perbaiki pemahaman keliru ini dengan mengatakan "Insya Allah" ketika kita berjanji dan berusaha menepati janji yang kita kataka itu dengan sepenuh hati & tenaga. Supaya semuanya kembali kepada fitrahnya.

Kita bisa kok bisa!!.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More